
Jangan buru-buru menilai pasangan Anda tidak perhatian atau tidak lagi mencintai Anda. Satu hal perlu Anda ingat, konsep cinta berbeda antara laki-laki dan perempuan.
Meski demikian, perbedaan itu tidak lantas menjadikan laki-laki dan perempuan saling berseberangan. Sebaliknya, perbedaan itu justru memberikan ruang untuk berkompromi, karena pada satu titik, perbedaan itu menemukan persimpangannya.
Di antara perbedaan paling ekstrim adalah:
1. Perempuan: cinta=perhatian
Lelaki: cinta=kepercayaan
Salah satu tanda cinta bagi perempuan adalah perhatian. Kita senang memberi sekaligus menerima perhatian. Sekecil apa pun perhatian yang diberikan pasangan, kita akan merasa istimewa dan dicintai. Misalnya, dikirimi SMS setiap hari, meski pesannya hanya uapan selamat pagi atau selamat tidur.
Sementara itu, bagi laki-laki, yang menyamai arti perhatian adalah kepercayaan. Lelaki menganggap jika pasangan yang dicintainya memberikan kepercayaan penuh padanya, itu berarti sang kekasih meyakini bahwa ia telah melakukan yang terbaik bagi mereka berdua. Lelaki tak suka dibanjiri SMS. Apalagi jika pesannya berisi, "Kamu di mana?" Selain mengganggu, pesan ini seolah menunjukkan kita tak memercayainya.
2. Perempuan: butuh pengertian
Lelaki: butuh penerimaan
Selain perhatian, hal lain yang kita butuhkan dalam hubungan adalah rasa dimengerti. Kaum lelaki memang sulit memahami kita. Namun, mereka punya cara untuk mengatasinya. Banyak lelaki diberi kemampuan mendengarkan keluh kesah kita tanpa menghakimi. Ia juga dapat memberikan empatinya. Sikap lelaki yang lebih mudah memahami ini bukan didapat dari mengetahui pikiran atau perasaan seorang perempuan. Ini karena lelaki selalu berusaha mengumpulkan makna-makna dari apa yang dia dengar dan dia lihat untuk membenarkan apa yang disampaikan kekasihnya.
Sementara, perempuan yang kadang tidak berdaya mengubah kekasihnya akhirnya dengan penuh cinta menerima Si Dia apa adanya. Dan, inilah yang membuat lelaki merasa bahagia dan sangat dicintai.
3. Perempuan: ingin dihormati
Lelaki: ingin dihargai
Kita akan merasa dihormati bila lelaki menanggapi dengan mengakui dan mengutamakan hak-hak, harapan dan kebutuhan-kebutuhan kita. Jika tingkah laku Si Dia selalu mempertimbangkan pikiran-pikiran dan perasaan kita, pasti kita akan merasa senang dan dihormati.
Sedangkan bagi lelaki, penghargaan atau dihargai merupakan reaksi alami terhadap perasaan didukung. Jika usahanya dihargai, lelaki akan tahu bahwa usahanya tidak sia-sia. Lelaki yang merasa dihargai secara otomatis lebih bersemangat dan terdorong untuk lebih menghormati pasangannya. Anda pasti masih ingat rumus PDKK, alias, puji dulu, kemudian kritik.
4. Perempuan: butuh kesetiaan
Lelaki: butuh rasa kagum
Perempuan sangat menginginkan dan mengagungkan kesetiaan. Laki-laki akan dengan suka rela memberikan kesetiaannya jika dia merasa pasangan mengagumi dan menghormati hak-haknya.
5. Perempuan: mengharap ketegasan
Lelaki: mengharap persetujuan
Perempuan membutuhkan bukti verbal. Misalnya, perempuan tak akan pernah bosan menerima ungkapan rasa cinta dan sayang yang diutarakan lewat kata-kata. Demikian pula, perempuan membutuhkan kata "jadian" terucap dengan jelas, tegas dan langsung sebagai bukti keabsahan hubungan.
Sementara lelaki, tak perlu ucapan verbal. Cukup dengan anggukan atau tanda persetujuan lainnya, dia sudah merasa mantap melanjutkan hubungan dengan Anda.

MEMBINA hubungan percintaan sampai ke tahap pernikahan memang tidak mudah dilakukan setiap pasangan. Terbukti, banyak kasus terjadi dalam hubungan percintaan akhirnya harus kadas di tengah jalan.
Masalah tersebut tentu saja bisa disebabkan oleh banyak hal. Menurut Askmen, ada beberapa penyebab yang bisa membunuh hubungan percintaan sepasang kekasih, di antaranya:
Selingkuh
Pria ataupun wanita mana pun pasti tidak ingin mendengar pasangan yang dicintainya selingkuh dengan orang lain. Apabila hal ini terjadi pada Anda, Anda pasti akan merasa sakit hati karena telah dihianati sang kekasih.
Berbeda tujuan
Setiap pasangan berumur matang pasti menginginkan hubungan percintaan yang dibina bersama kekasih bisa berlanjut ke tahap pernikahan. Anda jangan kaget apabila pasangan meminta untuk mengakhiri hubungan karena Anda tidak berani mengajaknya menikah.
Kehadiran mantan kekasih
Kehadiran mantan kekasih dalam sebuah hubungan percintaan bisa menjadi pemicu hubungan tidak sehat lagi. Apabila Anda dan pasangan menganggap hal itu dengan sikap santai, maka hubungan yang sedang dibina pun bisa berjalan aman-aman saja. Tetapi jika kehadiran mantan kekasih mengganggu hubungan Anda berdua, maka Anda dan pasangan harus segera mencari solusi terbaik untuk menyelamatkan hubungan asmara tidak di ambang kehancuran.
Menyimpan kebiasaan buruk
Anda mungkin menganggap kebiasaan bersendawa sebagai suatu hal yang biasa. Tetapi lain cerita buat pasangan Anda yang bisa saja membenci kebiasaan tersebut.
Apakah selama ini pasangan sering mengeluh dengan kebiasaan buruk Anda itu? Jika benar, Anda harus segera mengubah kebiasaan buruk Anda ini mulai sekarang juga. Anda jangan sampai menyesal gara-gara menyimpan kebiasaan buruk ini membuat pasangan meminta putus.
Archives
Contributors
- dionz adzah...
- Akoe adalah orang pembuat blog ini... kritik & saran.. dionz_2004@yahoo.com